header-int

Di Buat Hanyut oleh Penulisnya, Peserta Bedah Buku Jagoan dan Kekuasaan

Selasa, 02 Des 2018, 13:51:11 WIB - 65 View
Share
Di Buat Hanyut oleh Penulisnya, Peserta Bedah Buku Jagoan dan Kekuasaan

Jagoan dan Kekuasaan, sebuah buku yang ditulis oleh Riza Multazam Lutfhi, minggu (02/12/18) berhasil dibedah bersama penulisnya langsung 

Acara yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Attanwir 2017-2018 ini diikuti banyak mahasiswa dari berbagai jurusan, peserta begitu banyak dan antusias mengikuti jalannya acara dan ikut larut dalam penjelasan narasumber selain itu peserta juga aktif bertanya kepada narasumber.

Penulis Buku Jagoan dan kekuasaan merupakan Dosen di STAI ATTANWIR, calon Doktor ini menjelaskan bahwa buku yang ditulisnya tersebut merupakan wujud perhatian dan kecintaannya terhadap Desa. Sebagai peneliti desa tentunya mengerti dan tahu betul apa yang saat ini sedang menjadi polemik dan kondisi Desa 

Wujud perhatiannya tertuang dalam buku tersebut, destinasi dan kehidupan desa yang penuh akan keistimewaan seakan menjadi permata namun kian hari kian terlupakan

Dalam penjelasannya penulis  menjelaskan bahwa desa merupakan aset penting yang perlu dilestarikan, kita terlahir dari desa jangan sampai lupa akan desa "desa seakan menjadi permata yang terlupakan, destinasi dan budaya lokal yang begitu indah terlalu mahal untuk dilupa" tuturnya 

Dalam acara ini pula penulis mengajak bagi kita semua untuk peduli dan menjadi motor penggerak desa. dengan menulis tentang desa, menunjukkan pada dunia bahwa desa merupakan aset penting yang perlu di jaga "dengan literasi kita persembahkan desa yang kaya ini pada dunia" ajak Dosen calon Doktor ini.

Hadir pula selaku pembaca yang menjadi narasumber pada kesempatan kali ini, M Hestu Widiastan, presiden BEM dem"15-"16 demisioner ini mengatakan bahwa buku 'Jagoan dan Kekuasaan' ini sangat sesuai untuk para mahasiswa khususnya, jangan sampai lupa pada tanah kelahiran. Mengingat banyaknya kaum telah menemukan kesuksesan diluar daerah kelahirannya lupa pada desa yang menjadi cikal bakal kehidupan gemilangnya 

"buku yang sangat bagus, penulis menuangkan dalam buku ini begitu banyak keindahan pada desa, dan di desa peluang kesuksesan akan semakin terbuka" jelasnya. (bid/die)

Unidha Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir Bojonegoro didirikan dengan maksud menyiapkan mahasiswa yang memiliki kematangan ajaran Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah, memiliki kemampuan akademik yang tinggi, profesional, yang dapat mempraktekkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta keislamaan, berbudiluhur (akhlakulkarimah), dan mengupayakan penggunaan Imtaq dan Iptek untuk kesejahteraan jasmani dan rohani, masyarakat, bangsa dan negara.
© 2019 STAI Attanwir Follow STAI Attanwir : Facebook Twitter Linked Youtube