header-int

Sosialisasi 4 Pilar Oleh Anggota DPR RI

Rabu, 18 Jul 2018, 13:59:41 WIB - 99 View
Share
Sosialisasi 4 Pilar Oleh Anggota DPR RI

Seluruh jajaran civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir Bojonegoro layak berbangga dan bersuka cita. Pada hari Jumat (01/06/2018), kampus yang terletak di Desa Talun Kecamatan Sumberrejo tersebut memperoleh kunjungan dari H. Lukmanul Khakim M.Si, salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang duduk di komisi enam. Kabar gembira ini tentu membawa angin segar, terutama bagi mahasiswa dan dosen.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir pancasila, acara ini dirangkai dengan sosialisasi empat pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) oleh H. Lukmanul Khakim M.Si. Dalam penjelasannya, empat pilar yang dimaksud yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Undang-Undang Dasar 1945 (UUD) 45, yang seluruhnya disingkat menjadi PBNU.

H. Lukmanul Khakim M.Si menuturkan bahwa empat pilar tersebut harus senantiasa diperjuangkan oleh kaum aktivis dan mahasiswa. Berikut penjelasan tokoh nasional yang merupakan kader Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut:

1. Pancasila

Sila pertama (ketuhanan Yang Maha Esa) merupakan bukti bahwa Indonesia bukan negara ateis, bukan pula negara agama yang menganggap kitab suci sebagai dasar negara. Berdasarkan kesepakatan founding fathers, Indonesia mengambil “titik tengah”. Namun demikian, bukan berarti Indonesia melupakan ayat suci. Bagaimanapun, setiap sila dalam pancasila didukung dengan dalil Al-Qur’an.

Sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) memiliki pengertian bahwa manusia wajib mewujudkan penghormatan, penghargaan, dan toleransi antarsesama. Keadilan bisa tercapai dengan melibatkan berbagai elemen bangsa, terutama orang-orang kecil.

Sila ketiga (persatuan Indonesia) bermakna bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Persatuan merupakan keniscayaan bagi negara yang terdiri dari ribuan pulau, berbagai suku bangsa, serta beraneka adat-istiadat. Karena terdapat banyak kelompok dan kepentingan, rasa persatuan wajib ditanamkan dalam diri setiap warga negara.

Sila keempat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakasanaan permusyawaratan perwakilan) menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang gemar bermusyawarah. Dalam aspek kenegaraan, pengambilan keputusan secara bersama juga berlaku. Dengan demikian, penyelenggaraan negara semestinya dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai demokratis.

Sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) berarti keadilan di negeri ini seharusnya bersifat menyeluruh. Sayangnya, selama ini, keadilan belum sepenuhnya dirasakan oleh setiap warga negara. Pembangunan yang bias Jawa mengakibatkan daerah-daerah yang berada di luar Jawa terpinggirkan. Sehingga, kesejahteraan, kenyamanan, dan ketenteraman belum menyentuh seluruh penjuru Tanah Air.

2. Bhinneka Tunggal Ika

Bermakna “berbeda namun tetap satu bangsa”. Di Indonesia, perbedaan menjadi suatu keniscayaan. Uniknya, meski tersusun atas berbagai suku bangsa dan bahasa yang berbeda, persatuan tetap terjaga. Adapun kerukunan antarumat beragama tetap terpelihara.

3. NKRI

Mengandung pemikiran mendalam dan filosofis tentang negara. Setiap warga negara dibekali dengan hak dan kewajiban sama. Sehingga, kedudukan mereka tidak pernah dibeda-bedakan berdasarkan status sosial.

4. UUD 45

Di Indonesia, urusan legislasi banyak berhubungan dengan DPR. Menurut konstitusi, membuat dan merevisi peraturan perundang-undangan termasuk fungsi DPR. Itulah mengapa, rakyat dituntut mampu memilih wakilnya.

Unidha Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir Bojonegoro didirikan dengan maksud menyiapkan mahasiswa yang memiliki kematangan ajaran Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah, memiliki kemampuan akademik yang tinggi, profesional, yang dapat mempraktekkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta keislamaan, berbudiluhur (akhlakulkarimah), dan mengupayakan penggunaan Imtaq dan Iptek untuk kesejahteraan jasmani dan rohani, masyarakat, bangsa dan negara.
© 2018 STAI Attanwir Follow STAI Attanwir : Facebook Twitter Linked Youtube